Ngaji Budaya Lesbumi Kota Depok : Keris dan Batik Nusantara

Ngaji Budaya Lesbumi Kota Depok : Keris dan Batik Nusantara

Lesbumi NU Kota Depok gelar acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, pada hari Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan, Depok. Acara yang merupakan program Lesbumi Kota Depok ini melibatkan PC NU Kota Depok, Komunitas Perkerisan Jayakarta, dan Joglo Nusantara.

Ngaji Budaya digelar untuk menyambut Bulan Muharram 1440 Hijriah dengan menghadirkan dua narasumber, Romo Donny S Ranoewidjojo dan Arie Toersino. Romo Donny, Ketua Lesbumi Kota Depok, berbicara tentang keris. Sementara Arie Toersino, dari Universitas Indonesia, mengupas Batik di Nusantara.

Romo Donny, yang aktif di komunitas perkerisan, menjelaskan apa itu Tosan Aji. Mulai dari definisinya, yaitu : Tosan Aji adalah karya metalurgi bangsa Nusantara yang menyatukan logam baja, besi dan pamor dalam satu buah bilah.

“Tosan berarti besi olahan dan Aji adalah mulia. Maka Tosan Aji juga bermakna bilah logam yang dimuliakan,” kata Romo Donny.

Romo Donny S Ranoewidjojo saat menjadi pembicara di acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Romo Donny S Ranoewidjojo saat menjadi pembicara di acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Dan, teknik Tosan Aji atau teknik penyatuan logam baja, besi, dan pamor ini, menurut Romo Donny, diterapkan pada beberapa jenis bilah. Seperti, keris, pedang, kudi, kujang, tombak, badik, rencong, siwah, tumbuk lado, dan sebagainya.

Nah, khusus bilah keris, diyakini sebagai bilah dengan teknik Tosan Aji yang pertama dibuat sebelum diterapkan pada bilah-bilah yang lain. Teknik Tosan Aji ini juga disebut sebagai teknik tempa pamor.

Keris sendiri, konon, pertama muncul di Pulau Jawa. Dan, sudah ada di zaman Dinasti Mataram Hindu dan Budha, Sanjaya dan Syailendra.

“Keris adalah bilah senjata tikam yang merupakan kelanjutan dari belati zaman batu dan zaman perunggu. Pembeda keris dengan bilah lain adalah bagian gonjo dan bentuknya yang condong ke sisi dalam (condong leleh),” terang Romo Donny.

Arie Toersino (baju biru) saat menjadi pembicara di acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Arie Toersino (baju biru) saat menjadi pembicara di acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Romo Donny juga menjelaskan tentang bilah keris yang memiliki banyak ricikan atau detail-detail, yang masing-masing memiliki nama dan makna. Seperti, ada nama greneng, pejetan, tikel alis, gandik, dan masih banyak lagi lainnya. Dan keris, juga memiliki kelengkapan, yaitu hulu (deder) dan sarung (warangka).

BACA JUGA  Naskah Nusantara : Sumber Inspirasi Bangsa Indonesia

Sedangkan, penggunaan teknik tempa pamor pada keris ini, selain kemudian diterapkan pada bilah-bilah lain, juga membuat keris menyebar ke seluruh penjuru Nusantara. Karena itu, keris juga dapat ditemukan di tiap-tiap tempat, bersanding dengan senjata asli daerah masing-masing yang juga ikut menggunakan teknik tempat pamor.

Persebaran Tosan Aji ini, kata Romo Donny, tidak hanya di Indonesia tapi juga mencakup hampir seluruh Asia Tenggara. Terutama yang dahulu mendapat pengaruh budaya Kerajaan Majapahit.

“Sebagai identitas Bangsa Indonesia, Tosan Aji melambangkan kebersamaan dalam Bhineka Tunggal Ika, yang menyambungkan memori kolektif bangsa antar generasi sejak zaman dahulu,” terang Romo Donny.

Sri Suparwati yang ikut berbicara tentang Batik Eco-print di acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Sri Suparwati yang ikut berbicara tentang Batik Eco-print di acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Di wilayah Indonesia sendiri, persebaran Tosan Aji meliputi Aceh, dengan adanya Keris Aceh, Rencong, dan Siwah. Di Batak dan Nias, dikenal adanya Keris Batak dan Keris Nias, selain ada Piso dan Pedang. Sementara untuk Melayu Riau dan Deli, ada Keris Panjang, Keris Sedang, dan Tumbuk Lada.

Sedangkan di Minangkabau ada Keris atau Karih, dan juga Tumbuk Lado Minang. Di Palembang dan Lampung selain mengenal Keris juga ada Badik. Jawa Barat, Banten, dan Jakarta ada Keris, Golok, dan juga Kujang. Untuk wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur selain Keris juga ada Wedhung.

Begitu juga di Bali dan Lombok, dikenal adanya Keris, Pisau, dan Sundri. Di Kalimantan juga ada Keris, selain Mandau Dayak. Dan, Bugis dan Sumbawa selain mengenal Keris, juga ada Badik dan Alemang.

Menurut Romo Donny, senjata-senjata dari bangsa lain di muka bumi biasanya hanya mementingkan kekerasan baja. Katana para Samurai, misalnya. Sedangkan Tosan Aji justru meredam kerasnya baja dan liatnya besi, yang diselaraskan dengan pamor. Sehingga baja terhindar dari getas dan mudah patah.

Para peserta melihat dan mengamati keris-keris yang dipajang saat acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Para peserta melihat dan mengamati keris-keris yang dipajang saat acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

“Tosan Aji berkaitan dengan perjalanan Bangsa Indonesia dari zaman kuno hingga sekarang, dan masih akan terus berlanjut hingga akhir zaman,” kata Romo Donny.

BACA JUGA  Betawi di Tengah Pertumbuhan Jakarta

Dan, masih kata Romo Donny, Nusantara yang kaya dan subur makmur menjadikan warganya penuh dengan rasa syukur dan saling berbagi, sehingga karya-karya keindahan yang penuh makna pun tercipta.

Karena itu, tidak mengherankan, bilah senjata tikam yang semula memang berfungsi untuk pertarungan, lalu dimuliakan, dibuat dengan teknik metalurgi Tosan Aji yang tiada duanya di dunia.

Sementara, Arie Toersino, yang menjadi pembicara kedua, menjelaskan tentang teknik pembuatan batik serta motif-motif batik yang ada di Nusantara. Termasuk perbedaan batik Yogyakarta dan Surakarta, juga tentang batik pesisiran.

Kebetulan, saat itu, ada Sri Suparwati yang ikut hadir di acara Ngaji Budaya. Suparwati adalah pemilik Khanzaru Art yang juga membuat batik, dengan teknik yang agak berbeda. Yaitu Batik Ecoprint. Suparwati lantas menjelaskan apa itu Batik Ecoprint. Pembuatan batik ini memanfaatkan daun-daunan, seperti daun Jati dan daun lainnya, untuk mendapatkan motif dan warna tertentu.

Para peserta berfoto bersama selesai acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Para peserta berfoto bersama selesai acara “Ngaji Budaya : Keris & Batik Nusantara”, yang digelar oleh Lesbumi Kota Depok, Minggu (16/9/2018) pagi lalu, di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Sawangan Depok. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Di acara Ngaji Budaya yang juga dihadiri Ketua PCNU Kota Depok, Salamun Adiningrat, tidak ketinggalan ditampilkan keris-keris dan kain-kain batik yang bisa dilihat secara langsung. Dan, para peserta Ngaji Budaya terlihat antusias melihat, mengamati, dan bahkan memegang keris-keris yang dipajang.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.