Bisnis Keris di Tangan Dingin Hengki Joyopurnomo

Bisnis Keris di Tangan Dingin Hengki Joyopurnomo
Hengki Joyopurnomo di depan kiosnya di Pusat Batu Mulia dan Permata di Rawabening, Jakarta Timur. (Kontributor/Tira Hadiatmojo)

Entah sudah berapa puluh gelar juara diraih Hengki Joyopurnomo, dari lomba batu mulia, lomba burung dara sampai lomba estetika keris.  Di dunia hobi yang dia terjuni, selalu saja menghasilkan gelar juara, berbagai trofi, hadiah mobil dan belasan motor serta keuntungan bisnis.

“Kalau lomba batu lebih kalau 15 kali juara. Paling top ya dapat Piala Presiden dalam lomba batu di Balai Kartini 2015. Dapet gelar Super Champion, karena juara dan dapet emas di enam kelas, perak dan perunggu tak terhitung,” tutur Hengki, yang mulai hari Minggu (17 Desember 2017) kemaren kembali berbisnis keris, tosan aji di samping juga masih jualan batu cincin di kios “Wesi Aji” miliknya di Pasar Batu Mulia Rawabening, Jakarta Timur. Mobil Datsun “60” yang diperolehnya di Balai Kartini itu tentunya sudah dijual, lantaran ia pakainya mobil Fortuner.

“Sudah dua mobil saya dapat, dan motor setidaknya 5-6 bebek Vario, hasil juara batu dari Medan sampai Lampung, Semarang, Bali dan tentunya juga Jakarta,” kata Hengki pula. Bahkan belum lama ini, masih di tahun 2017, Hengki juga juara di Lapak Bombay Cipinang, pada Lomba tinggi-tinggian menggabur burung merpati… Dapet hadiah tertinggi Rp 35 juta. Melejitnya bisnis batu, membuat Hengki berhenti total jualan keris sejak 4 tahun silam.

Di dunia keris? Hengki Joyo juga mendapat hadiah paling bergengsi Trofi dari Sultan Hamengku Buwana X saat Lomba Estetika Keris di Yogya Centre pada 21-25 Mei 2011, untuk Kategori Tombak (dengan tombak bermotif Merak Kembar) dan Keris Pajang.

“Kerisnya sudah laku dijual, eh, malah juara…,” kata Hengki, pria kelahiran Cilacap 24 Desember 1971 ini pula. Dan seperti juga di dunia perbatuan, maka di perkerisan pun Hengki juga rajin membuat kalender. Untuk kalender keris-keris koleksi yang dijualnya, setidaknya lima tahun berturut-turut dari tahun 2007.

Buku keris? Juga dibikinnya, bersama peneliti keris Arief Syaifuddin Huda berjudul “Keris Kuno” (2013) dicetak 500 eksemplar dan diterbitkan dalam dua bahasa pada satu buku (dwi bahasa).

Hengki Joyopurnomo di depan Kios di Rawabening

Kios Keris dan Batu Cincin milik Hengki Joyopurnomo di Pusat Batu Mulia dan Permata di Rawabening Jakarta Timur. (Kontributor/Tira Hadiatmojo)

Untuk kalangan “bakoel keris” (Hengki lebih tepat dijuluki “juragan keris”) juga menempati posisi favorit. Tidak hanya kualitas keris yang dijualnya terjamin, bahkan “aftersale service”, pelayanan pasca-jual pun memuaskan.

BACA JUGA  Panembahan Sumolo, Raja Sumenep yang Pandai Bikin Keris

“Kalau tidak puas, boleh dikembalikan asal mau dipotong 20 persen dari harga jual semula,” ungkap Hengki, yang pernah mencapai penjualan tertinggi senilai Rp 800 juta untuk sebuah keris naga koleksinya pada sekiar tahun 2012, serta rekor laku Rp 1 milyar untuk sebuah batu bacan yang dibuat leontin pada 2015. Leontin milyaran ini pernah dimuat di majalah Indonesian Gems Stone.

Soal “aftersale service” yang potong 20 persen harga jual ini memang sudah sejak lama menjadi “trade mark” Hengki sejak awal 1990-an, ketika ia membuka dua kios Wesi Aji di Pasar Rawabening pada 1997, saat lokasi tersebut masih sederhana. Belum semegah Pusat Batu Mulia di seberang Stasiun Jatinegara seperti sekarang ini. Rasanya tidak ada pedagang keris lain yang berani pasang label, “tidak puas, barang kembali, potong 20 persen…,” seperti Hengki Joyopurnomo.

Maka tidak heran, jika Hengki Semar Joyopurnomo ini sering diwawancara, baik itu majalah maupun media elektronik. Di Televisi Trans setidaknya dua kali diwawancara soal batu. Pertama, diwawancara dalam acara artis top Raffi Ahmad, dan yang kedua diwawancara Deddy Corbusier.

Selain bisnisnya mengalir, Hengki setidaknya menikmati bisnis batunya menjadi Ruko tiga lantai di Jalan Bekasi Barat I – yang disulapnya jadi “hotel kos-kosan harian” bagi para pedagang pasar, dengan 15 kamar. Full air conditioned, lengkap pula dengan televisi di setiap kamar dengan tarif Rp 200 ribu perhari, atau Rp 1,5 juta sampai Rp 1,750 juta jika disewa bulanan. Lokasi ruko hotel kos-kosan a la Hengki, persis ada di gang sebelah Pasar Batu Mulia Rawabening. Rumah miliknya di Jakarta, setidaknya ada tiga..

Hengki Joyopurnomo juga menerbitkan buku dan kalender

Hengki Joyopurnomo tidak hanya berbisnis akan tetapi juga bikin buku bersama Arief Syaifuddin Huda dan juga kalender-kalender. (KerisNews.com/Jimmy S Harianto)

Booming bisnis batu memang sudah lebih dua tahun berlalu. Dari semula Rawabening hingar-bingar dengan jualan batu mulia dan batu permata, kini sepi dan para pedagang pun mulai mengalihkan perhatian mencari peluang bisnis lain. Seperti juga Hengki, kini kembali berjualan keris dan tosan aji lainnya, disamping masih juga berjualan batu di kiosnya.

BACA JUGA  Bila Negeri Jiran Belajar ke Museum Pusaka TMII

Kesungguhan, ketekunan, kejujuran, ramah tamah dan tak berpolitik, serta memberi jaminan keyakinan pada konsumen akan kualitas barang yang dijualnya, adalah kunci sukses utama Hengki Joyopurnomo. Padahal, semuanya itu bermula dari hanya hobi di sela-sela pekerjaannya dulu sebagai pegawai di showroom mobil di Jatinegara awal 90-an.

“Saya pertama kali membeli keris di kios Haji Kholik seharga Rp 175ribu,” tutur Hengki. Sebuah keris mungkin keris Tuban atau Madura itulah yang membawanya ke jalan sukses berbisnis keris dan batu, sampai kini. Dulu setiap akhir pekan, saat libur kerja dari showroom mobil, Hengki nongkrong di bangku pojok parkiran Pasar Rawabening (1993), asyik membeli keris atau perlengkapan keris yang lewat di depannya.

“Saya waktu itu kolektor keris tentunya, belum berdagang keris,” kata Hengki. Sampai suatu ketika, ia memutuskan menekuni hobinya itu sebagai pekerjaan, membeli kios di Rawabening, dan menjual tosan aji dengan papan nama “Wesi Aji”. Sampai kini di bangunan baru Rawabening pun, Hengki masih konsisten berjualan, baik itu batu, perabot keris maupun tosan aji lainnya.

Kesungguhan itu rupanya membuahkan berkah berlimpah bagi Hengki… *

Hengki Joyopurnomo dan konsumennya

Ramah dan bersahabat selalu dipertunjukkan Hengki Joyopurnomo (nomor dua dari kiri) pada para tamunya di kios di Rawabening. (Kontributor/Tira Hadiatmojo)

 

Selain berbisnis, Hengki Joyopurnomo juga rajin mensponsori event, seperti ketika ia sponsor di Pameran Kebangkitan Kembali Kejayaan Keris Indonesia 2012 di Museum Nasional Jakarta.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.