Gebyar Pangeran Diponegoro di Desa Semaken

Gebyar Pangeran Diponegoro di Desa Semaken
Ki Roni Sodewo menyerahkan wayang kulit Diponegoro kepada Wakil Bupati Kulonprogo. Selanjutnya diserahkan kepada dalang Ki Sumono dari Kalibawang sebagai tanda dimulainya pementasan Wayang Diponegoro. Ki Roni Sodewo adalah , keturunan ke-7 dari Pangeran Diponegoro, (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Pendopo Semaken, yang berada di Dukuh Semaken III, Desa Banjararum, Kec. Kalibawang, Kab. Kulonprogo, selama tiga hari, (9-11 November 2017) lalu, terlihat semarak. Acara bertajuk “Gebyar Semaken” digelar untuk memperingati Tingalan atau Kelahiran Pangeran Diponegoro yang ke-232.

Di acara yang diprakarsai oleh Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (PATRA PADI) ini, serangkaian acara budaya digelar. Termasuk pameran tosan aji, lukisan, buku, bonsai, dan stand UMKM, yang diadakan selama acara berlangsung.

“Dalam babad yang dituliskan oleh Pangeran Diponegoro setebal 1000 halaman lebih. Pangeran Diponegoro menceritakan banyak kemenangan yang diperoleh selama dua tahun bermarkas di Kulonprogo… Itulah fakta sejarah yang bisa diambil, dan melatarbelakangi peringatan 232 tahun kelahiran Pangeran Diponegoro dilaksanakan di Kulonprogo pada tahun ini,” kata Ki Roni Sodewo, Ketua Umum PATRA PADI.

Menurut Roni Sodewo, peringatan kelahiran Pangeran Diponegoro pada tahun-tahun sebelumnya memang biasanya dilakukan di Tegalrejo, Yogyakarta. Pangeran Diponegoro yang lahir 11 November 1785 adalah putera tertua Sri Sultan Hamengku Buwono III.

Ki Roni Sodewo Menata Wayang Diponegoro

Ki Roni Sodewo menata wayang kulit Diponegoro sebelum pementasan Wayang Diponegoro dengan lakon “Pangeran Diponegoro Winisudo”, dengan dalang Ki Sumono dari Kalibawang. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Pada hari pertama, Kamis (9/11/2017) pagi, di Pendopo Semaken (eks Balai Desa Semaken) diadakan lomba mewarnai untuk tingkat TK, dan SD. Dilanjutkan dengan kesenian Jatilan Lancur, dan pada malam hari digelar Tabligh Akbar.

Sementara, di hari kedua, Jumat (10/11/2017) pagi, kesenian Barangan, dan Ande-Ande Lumut turut meramaikan suasana di Pendopo Semaken. Dan, kesenian Campursari menjadi sajian pada malam harinya.

Hari ketiga, Sabtu (11/11/2017) pagi, acara diawali dengan kesenian Trengganon, dilanjutkan dengan kesenian Jabur. Selanjutnya diadakan Prosesi Kirab Gunungan. Kirab dimulai dari Masjid Sunan Kalijogo menuju Pendopo Semaken, dengan pasukan Bregodo sebagai ujung tombak, mengawal Gunungan.

BACA JUGA  Kongres Kebudayaan Indonesia 2018

Malam harinya, sebagai puncak acara, digelar Wayang Kulit Diponegoro dengan lakon “Pangeran Diponegoro Winisudo”. Dalang Ki Sumono dari Kalibawang mendapat kesempatan untuk membawakan wayang yang baru berusia 1 tahun, 72 hari. Uniknya, Ki Sumono meminta Ki Roni Sodewo sebagai asisten dalang saat pementasan wayang berlangsung.

Lakon yang diambil dari Babad Diponegoro ini, bercerita tentang Pangeran Diponegoro sejak masih dalam buaian sampai diangkat sebagai Sultan dengan gelar Sultan Abdulhamid Herucokro Amirulmukminin Sayidin Panotogomo Kalifah Rasulallah Ing Tanah Jawi.

“Wayang Diponegoro adalah sebuah sarana bagi kami untuk mendongeng dan menceritakan kembali sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. PATRA PADI juga menerbitkan buku sederhana untuk menumbuhkan minat baca bagi masyarakat, berjudul ‘Perjuangan Pangeran Diponegoro’ (antara Nasionalisme, Spiritualisme dan Budaya),” ujar Ki Roni Sodewo yang merupakan keturunan ke-7 Pangeran Diponegoro. *

Ki Sumono dan Wayang Diponegoro

Ki Sumono, dalang dari Kalibawang, tengah mendalang Wayang Diponegoro dengan lakon “Pangeran Diponegoro Winisudo” di acara Gebyar Semaken. Peringatan kelahiran Pangeran Diponegoro ke-232. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Pasukan Bregodo perempuan di Semaken

Pasukan Bregodo perempuan turut mengawal Kirab Gunungan dari Masjid Sunan Kalijogo menuju Pendopo Semaken, tempat acara Gebyar Semaken. Peringatan kelahiran Pangeran Diponegoro ke-232. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Pasukan Bregodo perempuan di desa Semaken dan Roni Sodewo

Pasukan Bregodo berfoto bersama Ki Roni Sodewo dan anggota keluarga Trah Pangeran Diponegoro lainnya di halaman Pendopo Semaken. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Lomba mewarnai di desa Semaken

Anak-anak usia TK, dan SD semangat mengikuti lomba mewarnai dalam rangka HUT Pangeran Diponegoro ke-232, di Pendopo Semaken, Desa Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo, DIY. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Pendopo Semaken

Pendopo dan halaman Pendopo Semaken menjadi pusat acara Gebyar Semaken. Peringatan kelahiran Pangeran Diponegoro ke-232, di Dukuh Semaken III, Desa Banjararum, Kalibawang, Kulonprogo, DIY. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Gapura di Semaken saat peringatan 232 Tahun Diponegoro

Gapura Dukuh Semaken III, gerbang menuju Pendopo Semaken tempat digelar acara “Gebyar Semaken”, Peringatan kelahiran Pangeran Diponegoro ke-232. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.