Fraktal di Kayon Wayang Kulit

Fraktal di Kayon Wayang Kulit
Alvina Patricia Wijaya dalam Obrolan Budaya. (KerisNews.com/Birul Sinari Adi)

Di dalam kayon atau gunungan wayang kulit yang berbentuk segi lima terdapat aneka gambar. Mulai dari manusia, bangunan, hewan, serta hutan dengan segala penghuninya. Karena itu kayon dianggap sebagai simbol kehidupan atau merepresentasikan alam semesta beserta isinya.

Selain sarat makna dan nilai-nilai filosofi, kayon ternyata menyimpan pengetahuan ilmiah. Hal itu diungkap oleh Alvina Patricia Wijaya, seorang peneliti belia, saat acara “Omongan Budayo” Vol 13 dengan tema “Ada Apa dengan Kayon?”, Sabtu siang (14/10/2017) di Kantor Sobat Budaya, Jl Tebet Barat Dalam IV No 6, Tebet, Jakarta Selatan.

“Kita memakai kayon dengan cara melihat bayangannya saja. Jika dilihat dari bayangan di sini, maka dapat diketahui bawah motif utama dalam kayon adalah pohon kehidupan,” kata Alvina yang masih duduk di kelas 3 SMPK Trimulia HITS, Bandung, saat memaparkan riset yang dilakukannya.

Alvina melakukan riset terhadap 15 bentuk kayon. Dan hasilnya, ia menemukan geometri fraktal di dalam kayon. Dari riset itu, Alvina tampil sebagai Juara Lomba Peneliti Belia Nasional 2016. Ia juga menjadi Timnas Indonesia untuk ajang APCYS (Asia Pasific Conference of Young Scientiest) pada November 2017 mendatang.

“Yang menarik dari kayon yaitu pohon kehidupan ini memenuhi karakteristik fraktal,” lanjut Alvina, yang mengaku pernah melihat pertunjukan wayang kulit dari televisi.

Alvina Patricia Wijaya dalam Obrolan Budaya. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Alvina memang memusatkan penelitiannya pada motif pohon kehidupan yang ada di kayon. Fraktal, kata Alvina, singkatnya adalah gambar benda atau motif yang terus-menerus diulang. Ia mengaku terinspirasi mengangkat kayon sebagai bahan penelitian karena kayon memiliki motif yang unik.

Remaja belia ini memang sarat minat dan prestasi. Sewaktu TK, Alvina pernah menjadi juara lomba busana. Ia juga juara Tenis Meja tingkat SMP. Menjadi pembicara tunggal di acara dua mingguan yang digelar oleh Sobat Budaya, Alvina tampil modis dan penuh keceriaan, layaknya gadis remaja seusianya.

BACA JUGA  Dialog Kain Tradisional Batik Tuban

“Kita mau menunjukkan bahwa anak muda sekarang ini juga masih peduli sama budaya. Bukan cuma anak muda yang condong kebarat-baratan. Tapi ternyata anak muda masih banyak yang peduli sama budaya. Salah satunya peneliti belia ini. Masih SMP tapi sudah bisa meneliti ada fraktal di balik kayon,” terang Rika Harlena, Ketua Panitia “Omongan Budaya” Vol 13, kepada KerisNews.com tentang tema dan dipilihnya Alvina sebagai pengisi acara. *

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.