Dari Santa Barbara ke Kirab Keraton Nusantara

Dari Santa Barbara ke Kirab Keraton Nusantara
Rombongan gamelan Cirebonan dari Sanggar Santa Barbara (AS), dari kanan Erik North, Ben Seilhamer, Hannah Drennan dan Brian Steeger ketika ikut Kirab Keraton Nusantara. (Kontributor/Dok Erik North)

Publik di alun-alun Keraton Kasepuhan dibuat terkesima melihat empat orang berkulit putih — satu di antaranya perempuan cantik berpakaian Cirebon – ikut kirab di antara pasukan-pasukan Keraton Nusantara, Sabtu (16/9/2017).

“Meski kelelahan, kami senang bisa ikut serta kirab,” ungkap Erik North, lelaki dari Amerika Serikat itu kepada KerisNews.com. Cuaca panas terik kota Cirebon siang itu tak menghalangi Erik North (64), Brian Steeger, Benjamin Seilhamer dan Hannah Drennan berjalan lebih dari empat kilometer, berbaju lengkap Cirebonan menembus jalanan dari alun-alun, jalan Lemah Wungkuk, keliling sebagian kota dan kembali ke alun-alun lagi.

“Jauh-jauh datang dari Santa Barbara (AS), kami  Sanggar Sinar Surya  senang bisa ikut pawai di sini,” kata Erik, yang di kalangan budayawan tradisional Cirebon disebut sebagai Mama (Romo) Erik karena kepakarannya mendokumentasi dalam ingatannya, berbagai budaya Cirebon, terutama gamelannya. Erik, dua pekan silam bahkan memenuhi undangan Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat untuk menabuh gamelan Sekati di pendopo Kasepuhan pada saat usai sholat Ied Idul Adha.

Erik North (ketiga dari kanan) dan Mama Iyan Arifudin (dua dari kanan) berfoto bersama penari Bedhaya Rimbe di Keraton Kanoman usai pentas, Sabtu (16/9/2017) malam. (Kontributor/Bram d’Maestro)

Dan tidak hanya di Keraton Kasepuhan. Ketika menghadiri suguhan langka, tarian Bedhaya Rimbe yang nyaris punah di Keraton Kanoman malam harinya, Erik North  pun diminta untuk jadi salah satu penabuh pengiring tarian. Esok paginya, di Keraton Kacirebonan – Erik bahkan memenuhi undangan dirinya direkam untuk dokumentasi kebudayaan Kacirebonan. Ia bermain sendirian, menabuh saron memainkan ajaran gurunya, mendiang Pangeran Yusuf Dendabrata – maestro berbagai bidang kesenian dari Keraton Kacirebonan, baik itu gamelan, dalang wayang kulit, ahli tari, pelukis, ahli ukir dan bahkan juga guru agama…

BACA JUGA  Ki Roni Sodewo, Penjaga Semangat Diponegoro

Mungkin sebuah firasat bagi sang maestro Pangeran Yusuf Dendabrata, untuk mewariskan berbagai keahlian langka, memainkan berbagai instrumen gamelan Cirebon seperti bonang dan saron pada orang Amerika Serikat ini. Untuk kemudian, sepeninggal Pangeran Yusuf (2000), Erik seperti seolah “bank kawruh” untuk gamelan Cirebonan.

“Saya pelajari berbagai (lagu) gamelan Cirebon sejak 1981. Banyak di antaranya yang tidak bisa dimainkan oleh orang lain kecuali Pangeran Yusuf,” kata Erik North pula.

Kereta Paksi Naga Liman simbol Keraton Kanoman dikendarai Pangeran Moh Qodiran dari Keraton Kanoman, menjadi salah satu daya tarik Kirab Sabtu (16/9/2017) lalu. (Kontributor/Aray Nugraha Ali)

Tiga hari sejak Jumat lalu, rakyat Cirebon memang dihibur dengan berbagai tontonan gratis. Dari pentas seni di berbagai tempat, seperti pentas Gua Sunyaragi, pentas di kraton Kanoman dan Kacirebonan selama berlangsungnya Festival Keraton Nusantara (FKN) dari 15-19 September.

Sementara para raja mengikuti seminar raja-raja di Pagelaran Keraton Kasepuhan, maka acara-acara seni dari sekitar 50 keraton Nusantara pun digelar di Kanoman, Kacirebonan dan Gua Sunyaragi.

Acara yang paling menyedot perhatian, adalah acara Kirab Raja-raja dan Ratu Nusantara, Sabtu lalu. Tidak hanya arak-arakan kereta khas Keraton Kanoman, Paksi Naga Liman, akan tetapi juga dara-dara cantik berkuda dan berhias cantik, berpawai di bawah terik matahari. Raja dan Ratu Nusantara juga disambut hangat penduduk Cirebon, yang memadati sepanjang jalan yang dilalui kirab. *

Pasukan putri Keraton Kacirebonan di depan gerbang keraton, ketika bersiap berangkat ikut Kirab Festival Keraton Nusantara Sabtu (16/9/2017) lalu. (Kontributor/Aray Nugraha Ali)

 

Elang Blugon (beskap hitam baju putih) dengan pengiringnya dari Keraton Kacirebonan ketika menyusuri jalan pertokoan di kawasan Lemah Wungkuk Cirebon, Sabtu (16/9/2017) siang. (Kontributor/Bram d’Maestro)

 

Salah satu pasukan putri Keraton Surakarta menunggang kuda ketika ikut berkirab dalam Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-11 Sabtu (16/9/2017) lalu. (Kontributor/Aray Nugraha Ali)

 

Usai kirab Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyalami Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat usai membuka Museum Kasepuhan yang baru. (KerisNews.com/Jimmy S Harianto)

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.