Pameran “Singhasari Bangkit “ di Malang

Pameran “Singhasari Bangkit “ di Malang
Kolonel Infanteri Bangun Nawoko, Danrem 083 Baladhika Jaya, memukul Gong sebagai tanda pembukaan acara Pameran Pusaka Nusantara. (KerisNews.com/Birul Sinari-Adi)

Memperingati HUT kemerdekaan RI yang ke-72 sekaligus sebagai rangkaian dari jargon Singhasari Bangkit yang didengungkan sejak 2010, Paguyuban Pecinta dan Pelestari Tosan Aji Nusantara “AJISAKA” Malang, mengadakan Pameran Pusaka Nusantara bertajuk “Singhasari Bangkit”.

“Jadi Singhasari Bangkit ini adalah sebuah spirit kebangkitan. Di mana kita kembali kepada kesadaran bahwa ketika zaman Singhasari itu sudah ada kesadaran untuk Nusantara bersatu,” kata Raden Prasena Cakra Adiningrat, Ketua Paguyuban AJISAKA, yang ditemui sesaat sebelum pembukaan pameran, Jumat, 25 Agustus 2017.

Acara pameran yang digelar di Gedung Sasana Krida Budaya, Universitas Negeri Malang, Jalan Veteran No 13, Kota Malang ini terdiri empat paket. Pertama adalah Pameran Tosan Aji Nusantara. Kedua, Bursa atau Pemaharan Tosan Aji Nusantara. Ketiga, Bazar UMKM. Dan keempat adalah Gelar Seni dan Budaya.

“Kita melakukan pameran ini sudah kelima kali sejak tahun 2010. Memang tidak setiap tahun. Ada beberapa agenda lain selain pameran. Kita ada acara Puja Agung di beberapa patirtan. Di beberapa tempat candi lainnya,” ungkap Raden Prasena yang juga Ketua Panitia Pameran.

Pameran yang berlangsung sampai 27  Agustus 2017 ini juga didukung oleh serikat nasional perkerisan, Senapati Nusantara.  Pameran tosan aji menghadirkan berbagai ragam tosan aji koleksi para anggota dan sejumlah pejabat, baik itu keris, pedang, tombak dan berbagai jenis tosan aji lainnya.

“Tosan aji dalam pameran ini selain berasal dari tangguh-tangguh sepuh juga menghadirkan karya-karya baru yang dibuat oleh empu-empu kita saat ini. Yang seringkali kita kita sebut sebagai keris kamardikan,” kata Prasena.

Menurut Prasena hal ini diharapkan mampu merangsang para kolektor, para pecinta dan pelestari tosan aji Nusantara agar selalu merawat yang sepuh, juga berkreasi  dan membuat keris-keris baru. Baik keris putran maupun kontemporer.

BACA JUGA  Merempos Keris Pusaka versi Wayang Diponegoro

Pameran ini menampilkan sebanyak 250 bilah keris. Bursa diikuti 90 meja pebursa dari berbagai  kota di tanah air. Bazar UMKM diikuti 30 stand handicraft dan makanan. Sementara Pentas Budaya menampilkan berbagai kesenian. *

By Birul Sinari-Adi

 

 

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.